BORNEONEWS, Sampit - CP, nama janda muda ini, mengaku sudah ketagihan menghisap narkoba jenis sabu. Bahkan ia menggunakan sabu sejak 2007 lalu. Itu ia ungkapkan kepada JPU Kejari Kotim, Lilik Haryadi.
Saat pelimpahan tahap II, Rabu (28/11/2018) CP mengaku nyabu bersama SF alias San, HP alias Has, CHRA alias Lan dan RE
CP Cs diamankan pada Senin (3/9/2018) di kamar eks Hotel Pigmy Raya Jalan Tjilik Riwut Km 4,5 Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim tempat tinggalnya.
"Saat itu melihat mereka nyabu saya ikut juga sempat sekali ngisab langsung ditangkap," tukas ibu anak satu itu.
Menurutnya ia biasanya jika tidak nyabu maka kondisinya menurun. "Kalau tidak nyabu sakit-sakitan saya, bisa droup kondisi kalau nyabu baru enak," ucap Cici.
--page
CP menyebut sudah berupaya ingin meninggalkan sabu namun masih sulit. Dalam kasus ini ia dijerat Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Jo Pasal 127 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dari catatan kriminalnya CP kedua kalinya masuk penjara. Pada 2009 ia dihukum selama 10 bulan penjara. (NACO/B-5)








