NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemkab Lamandau memastikan menanggung semua jaminan hidup (jadup) warganya yang saat ini menjalani karantina. 

Hal itu diungkapkan Bupati Lamandau Hendra Lesmana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Lamandau disela melakukan pemantauan langsung ke dua tempat karantina, Rabu 28 April 2020.

"Sejak awal, jadup (jaminan hidup) untuk warga kita yang menjalani proses karantina sudah tentu ditanggung pemkab (Lamandau)," katanya. 

Bupati menyebut, jadup yang ditanggung pemkab Lamandau tersebut mulai dari makanan, suplemen termasuk juga layanan kesehatan. 

Namun, jadup khususnya jenis makanan untuk warga yang dikarantina di Mess Desa dan warga yang karantina mandiri di desa Wonorejo tidaklah sama. Untuk yang di Mesa Desa, makanan yang disiapkan dalam bentuk makanan siap saji, sedangkan untuk yang di Winorejo adalah bahan-bahan makannya seperti sembako dan sayur-sayuran.  

--page

"Warga yang di mess desa ini kan mayoritas anak-anak, jadi kita ambil simpelnya, berupa makanan siap saji dan buah-buahan. Untuk yang di Wonorejo ini kita suplai sembakonya," kata Hendra. 

Saat ini ada 23 warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan satu warga berstatus orang dengan resiko (ODR) covid-19. 11 orang di Mess Desa meliputi 10 santri Temboro dan seorang warga berstatus ODR serta 13 warga Desa Wonorejo yang merupakan keluarga pasien positif kasus 02 Covid-19 di Lamandau. (HENDI NURFALAH/B-5)