BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menggulirkan operasi pasar dalam bentuk program pasar sembako murah sebagai salah dukungan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak wabah Covid-19 saat. Anggran pembiayaan yang disiapkan untuk program itu mencapai Rp 5,6 miliar.
"Anggaran yang disiapkan untuk program pasar sembako murah yaitu sebesar 5,6 miliar rupiah," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lamandau Muhamad Irwansyah, Jumat 1 Mei 2020.
Irwan mengatakan, anggaran sebesar itu bersumber dari pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) pada anggaran percepatan penanganan dampak Covid-19 Kabupaten Lamandau. Ini hasil dari refocusing dan realokasi APBD 2020 yang totalnya mencapai Rp 44,8 miliar.
Program sembako murah itu masuk pada kriteria program social safety net (jaring pengaman sosial) serta pengendalian ekonomi dampak dari terjadinya wabah Covid-19, selain berbagai program lainnya yang digulirkan Pemkab Lamandau.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Lamandau, Penyang Lanen, menjelaskan bahwa pada program sembako murah yang sudah dimulai itu, pemkab Lamandau menyediakan 30 ribu paket yang semuanya disebar ke seluruh kelurahan dan desa se-Kabupaten Lamandau. Jumlah tersebut hampir mendekati jumlah KK di Kabupaten Lamandau saat ini yang mencapai 33.966 KK.
--page
Penyang juga mengatakan, meskipun yang disiapkan jumlahnya mencapai 30 ribu paket, tapi pola sebaran akan disesuaikan dengan kuota pengajuan dari desa dan kecamatan. Langkah itu guna mengantisipasi adanya calon penerima yang tidak memanfaatkan program tersebut.
"Teknis yang kita terapkan itu, pertama kita sebar kupon melalui kecamatan dan diteruskan ke bawah (pemdes - RT - masyarakat). Kita tunggu datanya masuk dulu, berapa jumlah KK (kepala keluarga) yang ambil kupon dan berapa yang tidak. Setelah data masuk, kemudian kita siapkan jumlah paket melalui toko penyedia barang (yang telah ditunjuk pemdes) untuk menyesuaikan jumlah paketnya, sehingga tidak mungkin lagi ada istilah barang tidak dibeli atau sisa. Ide ini juga lahir dari Pak Bupati," kata Penyang.
Jika jumlah masyarakat yang memanfaatkan program sembako murah ini ternyata kurang dari jumlah paket yang disiapkan, kata Penyang lagi, maka sisa anggaran yang semula disiapkan tetap tidak terganggu sehingga bisa dugunakan untuk program bantuan sosial lainnya.
Program pasar sembako murah saat ini sudah berjalan di tiga kecamatan, melipiti kecamatan Menthobi Raya, Delang dan Sematu Jaya. Adpun setiap paket sembako dari program sembako murah tersebut berisi 10 kilogram beras, dua liter minyak goreng, satu dus mi instan, serta ikan kaleng atau sarden 465 gram.
Setiap kepala keluarga pemilik kupon berhak membeli satu paket sembako dengan harga Rp125 ribu. Harga tersebut menjadi sangat muruh jika dibanding harga normal karena sisanya telah disubsidi pemerintah daerah. (HENDI NURFALAH/m)








