TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur Riza Rahmadi mengimbau warga Barito Timur agar tidak panik atau khawatir tentang keamanan pasokan ayam pedaging yang masuk daerah setempat.

Hal ini untuk menghindari spekulan memanfaatkan kekhawatiran masyarakat dengan menaikkan harga jual daging ayam.

"Semua distribusi ternak juga ketika melintasi pos lintas ternak akan dilakukan penyemprotan disinfektan, baik yang keluar maupun yang masuk ke wilayah Barito Timur" ungkap Riza Rahmadi di Tamiang Layang. Kamis 28 Mei 2020.

Dokter Hewan dari UPTD Puskeswan Tamiang Layang, Ahmad Rizaldi, yang turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian menjelaskan, saat terdapat 39 peternak ayam pedaging di Barito Timur yang bermitra dengan perusahaan di Kalimantan Selatan.

"Ada 39 kandang, populasi terkecil 1.000 ekor dan kandang dengan populasi terbesar 24.000 ekor," jelas Ahmad Rizaldi.

--page

Menurutnya, 39 peternak tersebut tidak bermitra dengan daerah yang sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sehingga resiko penularan Covid-19 melalui sopir yang mendistribusikan ayam kemungkinannya kecil.

"Kirim ayamnya hanya ke daerah Tabalong dan Hulu Sungai Utara, serta para sopir juga tetap menjalankan protokol kesehatan terkait Covid-19" imbuhnya.

Distribusi juga lancar karena ayam termasuk dari jenis barang atau produk yang diizinkan pendistribusiannya dalam Instruksi Bupati Nomor : 180/7/HUK/V/2020 tentang pengamanan dan penjagaan pos-pos perbatasan," pungkas Rizaldi. (BOLE MALO/m)