TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes yang dikelola oleh Pemerintah Desa Haringen, Kecamatan Dusun Timur mulai meraih keuntungan dari bidang usaha perdagangan yang dikembangkan.

"Bulan Januari sampai Juli 2020 sudah ada keuntungan bersih Rp 15 juta, mudah-mudahan hingga akhir tahun ada peningkatan keuntungan yang lebih besar," ungkap Kepala Desa Haringen, Yasen di sela kegiatan Musrebangdes di desa tersebut, Rabu 23 september 2020.

Menurutnya, BUMDes tersebut berdiri sejak tahun 2016 namun beberapa kali mengalami pergantian pengurus.

"Tahun 2019 baru mulai berjalan dengan baik hingga pada tahun 2020 sudah bisa menyediakan barang dagangan berupa kebutuhan pokok bagi masyarakat sekitar," imbuh Yasen.

Dia menjelaskan, pada tahun 2019 pemerintah desa menyertakan modal sebanyak Rp 6 juta untuk pengembangan BUMDes tersebut, kemudian pada tahun 2020 disuntikkan lagi modal sebesar Rp 85 juta yang semuanya bersumber dari dana desa.

--page

"Modal sebesar itu digunakan untuk membeli perlengkapan kios serta untuk modal kerja," jelas Yasen.

Selain menjual bahan kebutuhan pokok, kios BUMDes itu juga menjadi tempat warga desa setempat
menjual produk kerajinannya.

"Disini ada hasil kerajinan anyaman dan pandai besi warga desa Haringen yang dititipkan untuk dijual, bahkan ada pengrajin batik dari Kelurahan Tamiang Layang yang mau bekerja sama untuk menitip produknya di sini," lanjutnya.

Jika nanti BUMDes ini dapat berkembang dengan baik, lanjut Yasen, maka pemerintah desa akan meningkatkan modal sehingga usaha tersebut semakin besar.

"Kami berharap dukungan dari masyarakat dan pengurus agar BUMDes ini kian berkembang dan berkontribusi bagi peningkatan ekonomi di desa," pungkasnya. (BOLE MALO/B-7)