TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebelum pandemi covid-19, saban minggu warga Desa Magantis Kecamatan Dusun Timur mengadakan balap kelotok atau perahu tradisional yang dilengkapi mesin di Danau Diaren yang ada di desa tersebut.

Setelah enam bulan kegiatan ditiadakan untuk mencegah penularan covid-19, kini pada masa adaptasi kebiasaan baru, warga desa setempat mencoba menghidupkan kembali kegiatan balap kelotok.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga atau Disbudparpora Kabupaten Barito Timur mendukung upaya pengembangan kawasan tersebut sebagai obyek wisata maupun tempat olahraga air.

"Yang pertama dinas akan membantu dulu menyiapkan regulasinya, misalkan ada perlombaan dan pariwisatanya kan harus ada  Perdes-nya, itu yang harus dibuat sehingga jika ada pungutan, pungutan itu legal dan sesuai dengan Perda jasa usaha," kata Plt Kepala Disbudparpora Barito Timur, Forty Rickyannou di Magantis, Senin, 7 Desember 2020.

Selain itu, tambah dia, jika mengadakan lomba pengelola harus membuat tata tertib perlombaan, perlengkapan pengaman seperti pelampung serta menyiapkan tempat sampah.

--page


"Potensi ini juga harus digunakan untuk pengembangan olahraga yang sifatnya nasional atau internasional seperti dayung dan renang agar dapat mencetak atlet berbakat," lanjut Forty.

Untuk pengembangan kawasan tersebut dia menyarankan agar dimulai dari swadaya masyarakat desa setempat dulu atau pemerintah desa melalui dana desa. Menurutnya, hal tersebut akan membentuk rasa memiliki dari masyarakat itu sendiri.

Forty menilai kawasan tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena berada tidak jauh dari pusat Kota Tamiang Layang serta akses jalan di Desa Magantis yang sebagian besar sudah diaspal.

"Yang penting regulasinya dulu didorong, nanti kami mendampingi bagaimana manajerial pengelolaannya, kalau sudah berjalan dengan baik baru pemerintah daerah memberikan dukungan stimulan," Pungkasnya. (BOLE MALO/B-5)