BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan berdasarkan data yang dihimpun beberapa waktu lalu tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Kalimantan Tengah yang diukur dengan Gini Ratio atau Koefisien Gini pada September 2020 sebesar 0,320 poin.
"Angka ini menurun 0,009 poin jika dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 0,329," kata Eko, Rabu, 17 Februari 2021
Gini ratio di wilayah perkotaan tercatat 0,357 atau turun 0,004 poin dibanding Maret 2020 yang hanya 0,361, sedangkan gini ratio di wilayah perdesaan pada September 2020 tercatat 0,290, atau naik 0,001 poin dibandingkan Maret 2020.
Kemudian distribusi pengeluaran penduduk pada kelompok 40 persen terbawah di September 2020 tercatat 20,86 persen, dan hal itu masuk dalam kategori tingkat ketimpangan rendah.
Jika ditinjau menurut wilayah, distribusi pengeluaran penduduk 40 persen terbawah di wilayah perkotaan 19,07 persen, masih berada dalam kategori ketimpangan rendah.
--page
"Sedangkan untuk wilayah perdesaan, persentase distribusinya yaitu 22,39 persen, dan tergolong dalam ketimpangan rendah juga," tukasnya. (DONNY D/B-6)









