PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilis tertulisnya menyebutkan ada beberapa komoditas utama yang diimpor oleh Kalteng selama April 2021.

Komoditas utama itu adalah pupuk berupa pupuk kalium klorida senilai US$1,30 juta, mesin/pesawat mekanik berupa bagian dari mesin untuk pengolahan bahan lainnya yang dioperasikan secara elektrik dan mesin untuk mengekstrasi atau mengolah lemak hewani/nabati tertentu yang dioperasikan secara elektrik US$ 1,00 juta, berbagai produk kimia berupa katalisator US$ 0,18 juta, dan bahan kimia anorganik berupa asam fosfat US$ 0,02 juta.

"Untuk komoditas mesin/pesawat mekanik jika dibanding bulan Maret 2021, terjadi penurunan impor pada April 2021 yaitu senilai US$ 6,27 juta atau 86,24 persen," ujarnya, Selasa, 8 Juni 2021.

Sedangka impor bahan bakar mineral dan bahan kimia organik juga mengalami penurunan masing-masing 100,00 persen yakni senilai US$ 2,15 juta dan US$ 0,81 juta, dan impor komoditas pupuk, berbagai produk kimia, dan bahan kimia
anorganik mengalami peningkatan.

Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, selama April 2021 terjadi peningkatan nilai impor untuk beberapa golongan barang, kecuali bahan kimia anorganik, bahan bakar mineral, dan mesin/peralatan listrik.

--page

Impor pupuk mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 0,72 juta atau 124,14 persen, diikuti oleh mesin/pesawat mekanik US$ 0,44 juta atau 78,57 persen, dan berbagai produk kimia US$ 0,04 juta atau 28,57 persen.

Sementara itu, impor bahan kimia anorganik, bahan bakar mineral, dan mesin/peralatan listrik mengalami penurunan masing-masing 50,00 dan 100,00 persen atau senilai US$ 0,02 juta, US$ 0,54 juta dan US$ 0,31 juta.

Jika diakumulasi, selama bulan Januari–April 2021, impor seluruh komoditas di Kalteng mengalami peningkatan sbesar US$ 7,11 juta atau 72,04 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

Peningkatan terbesar terjadi pada komoditas mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 7,21 juta atau 626,96 persen, dan penurunan terbesar yaitu pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$ 2,00 juta atau 41,93 persen.

Dilihat dari peranannya, kontribusi tertinggi berasal dari kelompok komoditas mesin/pesawat mekanik senilai US$ 8,36 juta atau 49,23 persen terhadap total impor, dan impor pupuk menempati urutan kedua dengan nilai kumulatif senilai US$ 3,38 juta atau 19,91 persen. (DONNY D/B-6)