PALANNGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Beberapa komoditas yang ada di Kalteng ini merupakan hasil dari impor dari beberapa negara yang ada di dunia.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilis tertulisnya menyampaikan nilai impor Kalteng selama April 2021 yaitu sebesar US$ 2,50 juta yang berasal dari 4 negara diantaranya Laos, Malaysia, Jerman, dan Viet Nam.

Komoditas impor yang didatangkan dari Laos yaitu berupa pupuk atau pupuk kalium klorida senilai, Malaysia berupa mesin/pesawat mekanik atau mesin untuk pengolahan bahan lainnya yang dioperasikan secara elektrik dan mesin untuk mengekstrasi atau mengolah lemak hewani/nabati tertentu yang dioperasikan secara elektrik, Jerman berupa berbagai produk kimia atau katalisator serta Viet Nam berupa bahan kimia anorganik atau asam fosfat.

"Dibandingkan nilai impor bulan April 2021 terhadap Maret, terjadi penurunan nilai impor dari Malaysia dan Singapura," ujarnya, Selasa, 8 Juni 2021.

Impor dari Malaysia dan Singapura mengalami penurunan masing-masing senilai US$ 7,08 juta atau 87,62 persen dan US$ 2,15 juta atau 100,00 persen.

--page

Sementara itu, impor dari Laos, Jerman, dan Viet Nam mengalami peningkatan masing-masing sebesar US$ 0,66 juta atau 103,13 persen, US$ 0,10 juta 125,00 persen, dan US$ 0,02 juta.

Apabila itu dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor Kalteng pada April 2021 mengalami peningkatan di sebagian besar negara, kecuali Viet Nam, Singapura, Tiongkok, dan Saudi Arabia.

Sedangkan, impor dari Malaysia mengalami peningkatan terbesar yakni senilai US$ 0,84 juta atau 525,00 persen, kemudian diikuti oleh impor dari Laos US$ 0,72 juta atau 124,14 persen, dan impor dari Singapura mengalami penurunan terbesar senilai US$ 0,94 juta atau 100,00 persen.

Jika dibandingkan dengan nilai pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor dari bulan Januari hingga April 2021 dari seluruh negara naik sebesar US$ 7,11 juta atau 72,04 persen, kecuali dari Viet Nam, Singapura, dan beberapa negara yang termasuk dalam kelompok lainnya.

Kemudian, peningkatan impor terbesar berasal dari Malaysia senilai US$ 7,87 juta atau 457,56 persen. Sementara penurunan nilai impor dari Singapura sebesar US$ 1,58 juta atau 36,32 persen dan Viet Nam US$ 0,06 juta atau 60,00 persen.

Kalau dilihat dari sisi peranannya terhadap total impor dari Januari sampai April 2021, kontribusi tertinggi berasal dari Malaysia yaitu senilai US$ 9,59 juta atau 56,48 persen, diikuti Laos dan Singapura masing-masing senilai US$ 3,38 juta atau 19,91 persen dan US$ 2,77 juta atau 16,31 persen. (DONNY D/B-6)