SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Titik panas atau hot spot yang diduga kebakaran lahan dan hutan terdeteksi kembali di Kotawaringin Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Ya, makanya posko siaga Karhutla kami aktifkan kembali," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Rihel, Senin, 25 Agustus 2021. 

Kemunculan titik panas di wilayah ini, pertanda potensi terjadinya karhutla mulai meningkat. Maka dari itu, pihaknya mulai menetapkan status siaga karhutla.

Kemunculan titik panas tidak merata di Kotim. Saat ini, berdasarkan pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan, titik panas terpantau 16 titik. Sebanyak 13 titik panas terdapat di Kecamatan Antang Kalang, 1 titik panas di Bukit Santuai, dan 2 titik panas di Kecamatan Teluk Sampit. 

"Kami belum ada mengecek ke lokasi, dan masih menunggu informasi selanjutnya," jelasnya.  Menurut Rihel, meski telah ditetapkan status siaga karhutla, untuk penetapan personel masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari pimpinan.

--page

Setelah SK keluar, rencananya pihaknya akan membentuk posko siaga karhutla di 6 titik, selain di dalam Kota Sampit, juga di pelosok-pelosok.

"Selain siaga karhutla, kami juga memberlakukan siaga banjir dan satgas percepatan penanganan Covid-19," tandasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)