BORNEONEWS, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur mencurigai adanya unsur kesengajaan di balik bermunculannya titik panas yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
Kepala BPBD Kotim, Rihel mengungkap saat ini merupakan awal musim tanam, sehingga titik panas muncul karena adanya kegiatan membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami bersama pihak Koramil di kecamatan yang terdeteksi titik panas sudah mengecek ditemukan bekas pembukaan ladang,” ungkapnya, Selasa 26 Oktober 2021.
BPBD juga telah menerima laporan lokasi terdeteksinya titik panas beserta sejumlah bukti dokumentasi dari kebakaran tersebut.
"Dari laporan dan foto-foto tersebut dapat dipastikan bahwa bahwa lokasi yang titik panas tersebut rata-rata bekas dibakar untuk pembukaan lahan yang dilakukan oleh warga," katanya.
--page
Lokasi yang terbakar rata-rata berada jauh dari permukiman penduduk. Saat dicek api sudah padam hanya tersisa bekas kebakaran.
“Biasanya ketika satelit itu lewat dan mendeteksi titik panas laporannya baru masuk besoknya. Makanya pas kami mengecek ke lokasi semua sudah padam,” jelasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









