BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari data yang dihimpun oleh BPS Kalteng, nilai tukar petani (NTP) gabungan Kalimantan Tengah Oktober 2021 naik 1,20 persen, dari 123,63 di September 2021 menjadi 125,11 pada Oktober 2021.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menerangkan kenaikan ini karena didorong oleh naiknya nilai tukar subsektor tanaman perkebunan rakyat yaitu sebesar 2,26 persen, peternakan 0,68 persen dan hortikultura 0,24 persen.
"Ada 2 subsektor yang mengalami penurunan nilai tukar, yaitu subsektor tanaman pangan 1,67 persen dan subsektor perikanan 0,43 persen," ujarnya, Junat, 5 November 2021.
Selain itu pada Oktober 2021 juga terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalteng sebesar 0,70 persen.
Hal ini terjadi oleh disebabkan adanya kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
--page
Selanjutnya Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng pada Oktober 2021 yaitu 126,51 atau naik 1,36 persen dibandingkan dengan NTUP bulan sebelumnya. (DONNY D/B-6)









