KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar pertemuan Forum Penanganan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (FPK2PA)  di aula Bappedalitbang, Kamis 21 April 2022.

Pertemuan kali ini beragendakan untuk sosialisasi Peraturan Bupati tentang peraturan pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2021 tentang perlindungan perempuan dan anak, pembentukan, pertemuan Forum Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan  dan  Anak  (FPK2PA)  dan  SOP  satu  pintu.

"Salah satu tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini yakni sebagai pelaksanaan dari Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2021 pasal 9 yaitu, pemerintah daerah dalam perlindungan perempuan dan anak di daerah membentuk forum penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak (FPK2PA)," ujar Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Kepala DP2KB3A Maria Efianti, Kamis 21 April 2022.

Tujuan selanjutnya yakni menjamin pemenuhan  hak-hak anak agar tetap hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan.

Selanjutnya untuk mencegah segala bentuk kekerasan eksploitasi, penelantaran  dan perlakuan  salah terhadap anak. Kemudian Melakukan penanganan terhadap anak sebagai korban,  anak sebagai  pelaku, anak sebagai saksi atas kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah.

Selain itu sosialisasi peraturan bupati ini juga untuk meningkatkan  partisipasi masyarakat dalam upaya  pencegahan, pengurangan resiko dan penanganan terhadap segala bentuk kekerasan eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak.

Lalu juga untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan memberikan pelayanan dan  perlindungan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang pelayanannya satu  pintu.

"Saya ucapkan terima kasih pada Bapak/Ibu narasumber dari provinsi Kalimantan Tengah yang sudah bersedia membantu dan datang sebagai narasumber dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini," tukasnya. (RISKA YULYANA/B-6)