PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasokan listrik Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah (Kalteng) disegel PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.

Penyegelan aliran listrik tersebut dilakukan lantaran tagihan listrik tertunggak dan belum dibayarkan oleh pengurus KONI selama satu bulan.

"Betul Mas. oleh Tim PLN dilapangan, sementara aliran listriknya disegel sampai dengan pelunasan kewajiban pembayaran listriknya," kata Bagian Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalsel-teng, Gian Wijaya saat dihubungi, Minggu 24 Juli 2022.

Gian mengatakan nantinya setelah dilakukan pembayaran dan terbaca lunas oleh sistem, segel akan dibuka oleh tim lapangan PLN.

Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kalteng, Dodi mengaku belum mengetahui tentang pemutusan aliran listrik oleh pihak PLN.

"Saya belum terima laporan. Saya masih ada kegiatan ini di Jawa," kata Dodi.

Borneonews juga mencoba mengkonfirmasi Ketua Harian Christian Sancho. Ia mengaku sedang ada pertemuan dan belum bisa menerima panggilan telepon dan baru bisa memberikan keterangan Minggu malam.

Sanco membenarkan listrik di tempatnya sudah diputus oleh PLN karena belum membayar tagihan. Ia mengaku KONI belum memiliki dana untuk membayar karena dana hibah yang belum turun dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.

“Listrik KONI mulai kemarin sudah diputus PLN karena belum bayar. Sampai saat ini dana hibah KONI belum ada keluar (dari provinsi),” sebut dia.

Ia menuturkan hal itu telah disampaikan ke Ketua Umum KONI Kalteng, H Edy Raya Samsuri agar bisa segera mengomunikasikan ke Pemprov agar mengetahui kekurangan dana di KONI.

Disampaikannya, tak hanya terkait listrik, bahkan uang pembinaan dan bonus atlet peraih medali di Pon Papua 2021 sudah tidak ada sama sekali.

“Saya sebagai ketua harian bekerja tetap buat persiapan menuju Porprov Juni 2023 di Kotim,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-5)