BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menagatakan, nilai impor Kalteng selama Juni 2022 yaitu mencapai US$5,47 juta atau naik 932,08 atau mengalami kenaikan sebesar 932,08 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat US$ 0,53 juta.
Dikatakannya juga bahwa, sama halnya dengan nilai impor, volume impor Kalteng juga mengalami kenaikan pada Juni 2022 yakni sebesar 1.542,31 persen atau 8,02 ribu ton, dari 0,52 ribu ton di Mei 2022 menjadi 8,54 ribu ton pada Juni 2022.
"Kenaikan nilai impor ini karena disebabkan oleh naiknya impor hasil industri sebesar US$ 1,35 juta dari US$ 0,53 menjadi US$ 1,88 juta dan adanya impor migas sebesar US$ 3,59 juta," ungkapnya, Kamis, 4 Agustus 2022.
Diterangkan, berdasarkan komoditas kenaikan nilai impor di Kalteng utamanya karena disebabkan adanya impor aspal dan pupuk atau Kalium klorida yang dilakukan pada bulan Juni 2022.
Selanjutnya, pada bulan Juni 2022 juga terdapat impor asam sitrat, sehingga turut memberikan andil dalam peningkatan nilai impor Kalteng.
--page
Sementara itu, untuk katalisator mengalami penurunan nilai impor, ini terjadi pada bulan Juni 2022 tidak adanya katalisator yang masuk ke Kalteng pada periode tersebut. (DONNY D/B-7)









