BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka antisipasi persiapan penanggulangan bencana alam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aula Bappeda Kabupaten Kapuas, belum lama ini.
Dalam rakor tersebut, bupati mengatakan, sejak 2017, di Kabupaten Kapuas sudah terbentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Mulai di tingkat kabupaten, kecamatan, sampai tingkat desa.
Adapun satuan tugas Karhutla tingkat desa terdiri atas kepala desa tokoh masyarakat, tokoh agama serta para pemuda.
“Para Satgas ini di ketuai masing-masing kepala desa, serta tidak lupa juga untuk yang ditingkat kecamatan agar dirapatkan besama semua yang terkait, kepala desa, lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para tokoh, serta kelompok tani untuk mengingatkan agar sama-sama menjaga, jangan sampai terjadi Karhutla,” katanya.
Bupati juga meminta kepada Satgas yang dipimpin oleh kepala desa untuk melakukan tindakan preventif dan represif. Preventif adalah melakukan penerangan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mencegah jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sedangkan represif adalah ketika satgas melihat ada api atau asap, segera melakukan pemadaman sebelum api membesar.
--page
“Penerangan ataupun sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga dan mencegah Kahrutla ini dilakukan di tempat-tempat orang banyak berkumpul, misal rumah ibadah, pasar dan lain-lain,” ungkapnya.
Tidak lupa Ben brahim menyebutkan bahwa Satgas tingkat desa merupakan kunci agar tidak terjadi Karhutla, serta satgas tingat desa adalah unjung tombak.
"Dengan demikian, diharapkan agar seluruh kepala desa dapat bertanggung jawab secara penuh sehingga tidak terjadi Karhutla," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)









