PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan perkembangannya, Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Kalteng pada Agustus 2022 mengalami kenaikan sebesar 4,43 persen dibanding Juli 2022, dari 111,16 menjadi 116,08.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan kenaikan ini terjadi karena disebabkan oleh naiknya nilai tukar di beberapa subsektor, seperti tanaman perkebunan rakyat sebesar 7,00 persen dan tanaman pangan 3,50 persen.

"Sedangkan untuk subsektor hortikultura, peternakan, dan perikanan mengalami penurunan, yaitu masing-masing sebesar 1,79 persen, 1,30 persen dan 1,17 persen," kata Eko, Jumat, 2 September 2022.

Selain itu, untuk Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalteng pada Agustus 2022 mengalami penurunan sebesar 0,59 persen. Ini terjadi disebabkan oleh menurunnya indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,16 persen.

"Sementara untuk indeks harga kelompok pengeluaran yang lainnya mengalami peningkatan," tutur Eko.

--page


Selanjutnya, sama halnya dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng Agustus 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 3,55 persen, dari 112,18 di Juli 2022 menjadi 116,16 pada Agustus 2022. (DONNY D/B-7)