BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Johny Tangkere mengimbau dengan tegas kepada setiap pengendara, khususnya truk bermuatan yang mengalami mogok di bahu jalan agar menyiapkan rambu-rambu sebagai penanda untuk pengguna jalan lainnya.
Hal tersebut disampaikan mengingat seringnya terjadi kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan disebabkan mogok dan berhenti di pinggir jalan.
"Kalau mogok di pinggir jalan jangan hanya mengandalkan hazard tapi pakai rambu-rambu yang terang apalagi malam hari agar pengendara lain lebih awas," tegas Johny, Minggu, 18 September 2022.
Johny mengatakan, rambu-rambu sangat diperlukan untuk menekan terjadinya kecelakaan, apalagi ketika truk bermuatan mogok akan sulit untuk dipindahkan.
Saat ini, truk bermuatan diperbolehkan melewati jalur di dalam Kota Sampit, kendati dalam waktu yang dibatasi tetap saja berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Untuk itu, pihak Dishub juga secara rutin memantau ke jalan-jalan yang merupakan titik masuknya truk ke dalam kota.
--page
Dia berpesan, pengguna jalan lainnya agar lebih waspada dalam berkendara di jalan, khususnya pada waktu malam hari.
"Insiden ini tidak bisa diprediksi kalau ada kecelakaan berarti ada lengah jadi hindarilah berkendara saat kondisi kurang sehat, diwaktu gelap dan tetap berhati-hati," pungkasnya. (NISA/B-7)









