BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibanding Agustus 2022 yakni dari 116,08 menjadi 115,98.
Eko mengungkapkan, penurunan ini terjadi karena disebabkan oleh turunnya nilai tukar di hampir semua subsektor yaitu hortikultura sebesar 3,52 persen, perikanan 2,63 persen, ppeternakan 1,38 persen, dan tanaman pangan 0,12 persen.
"Sementara untuk tanaman perkebunan rakyat menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami peningkatan nillai tukar yaitu sebesar 0,73 persen," ujar Eko, Selasa, 4 Oktober 2022.
Kemudian, lanjut Eko untuk Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalteng pada bulan September 2022 mengalami peningkatan sebesar 1,36 persen. Peningkatan ini terjadi utamanya dikarenakan indeks harga kelompok transportasi meningkat sebesar 5,81 persen.
"Sedangkan hanya indeks harga kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami penurunan sebesar 0,01 persen," jelasnya.
--page
Lalu sama halnya dengan NTP Gabungan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng pada September 2022 juga mengalami penurunan yaitu sebesar 0,93 persen. "Dari 116,16 pada bulan Agustus 2022 menjadi 115,08 di September 2022," imbuh Eko. (DONNY D/B-7)









