Laporan: RONI SAHALA (Palangka Raya)
Mantan gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, rupanya tak sudi nama belakangnya, sebagai identitas keluarga besar, dipelesetkan lewat media sosial (medsos). Ia juga ogah fotonya disandingkan dengan artis seksi Julia Perez.
Semua itu, menurut Teras, adalah ulah pengusaha Marcos Sebastian Tuwan. ''Nama saya 'Teras Narang', diganti (oleh Marcos Tuwan) jadi 'Teras Kirang'," ungkap Teras saat tampil sebagai saksi pelapor pada sidang kasus pencemaran nama baik yang dipimpin hakim Mulyanto dengan terdakwa Marcos Tuwan, di Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Selasa (2/2/2016).
Teras menjelaskan, "Narang" adalah nama kakeknya. Tapi, Marcos telah melakukan penyebutan "Kirang" yang dianggapnya ''tidak layak''.
Belum ada penjelasan apa arti "Kirang" sehingga membuat Teras berang. Di kamus bahasa Dayak, yang merupakan suku Teras dan Marcos, pun tidak ditemukan. Namun, dalam bahasa pergaulan orang Kalimantan, "Kirang" disebut-sebut sebagai celaan yang sangat buruk dan tak pantas diumbar.
Dari pantauan Borneonews pada 2015, akun facebook Marcos Tuwan intensitasnya cukup tinggi dalam penyebutan "Teras Kirang" ketika menyangkut topik tentang Teras Narang. Pada 4 April 2014, Marcos pada akun medsosnya itu juga memajang foto Teras Narang dengan artis seksi Julia Perez.
Teras, yang lengser dari kursi gubernur Kalteng pada Agustus 2015, akhirnya melaporkan kasus "pencemaran nama baik" oleh pengelola Taman Wisata Kumkum di Palangka Raya itu, ke Polda Kalteng. Marcos, yang dikenal sebagai salah satu tokoh vokal Kalteng, pun diproses hukum.
Ketika kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya pada 5 Januari 2016, Marcos mulai ditahan. Lalu, sidang perdana digelar pada 25 Januari lalu.
Pengacara Marcos, Rio Denamore Dau, sempat meminta mantan Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) itu mau mengedepankan penyelesaian secara adat. “Bukan menghukum, tetapi mencari solusi yang baik secara adat. Kalau ada kesalahan, dikenakan jipen (denda adat Dayak, Red.),” katanya. (B-1)
Mantan gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, rupanya tak sudi nama belakangnya, sebagai identitas keluarga besar, dipelesetkan lewat media sosial (medsos). Ia juga ogah fotonya disandingkan dengan artis seksi Julia Perez.
Semua itu, menurut Teras, adalah ulah pengusaha Marcos Sebastian Tuwan. ''Nama saya 'Teras Narang', diganti (oleh Marcos Tuwan) jadi 'Teras Kirang'," ungkap Teras saat tampil sebagai saksi pelapor pada sidang kasus pencemaran nama baik yang dipimpin hakim Mulyanto dengan terdakwa Marcos Tuwan, di Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Selasa (2/2/2016).
Teras menjelaskan, "Narang" adalah nama kakeknya. Tapi, Marcos telah melakukan penyebutan "Kirang" yang dianggapnya ''tidak layak''.
Belum ada penjelasan apa arti "Kirang" sehingga membuat Teras berang. Di kamus bahasa Dayak, yang merupakan suku Teras dan Marcos, pun tidak ditemukan. Namun, dalam bahasa pergaulan orang Kalimantan, "Kirang" disebut-sebut sebagai celaan yang sangat buruk dan tak pantas diumbar.
Dari pantauan Borneonews pada 2015, akun facebook Marcos Tuwan intensitasnya cukup tinggi dalam penyebutan "Teras Kirang" ketika menyangkut topik tentang Teras Narang. Pada 4 April 2014, Marcos pada akun medsosnya itu juga memajang foto Teras Narang dengan artis seksi Julia Perez.
Teras, yang lengser dari kursi gubernur Kalteng pada Agustus 2015, akhirnya melaporkan kasus "pencemaran nama baik" oleh pengelola Taman Wisata Kumkum di Palangka Raya itu, ke Polda Kalteng. Marcos, yang dikenal sebagai salah satu tokoh vokal Kalteng, pun diproses hukum.
Ketika kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya pada 5 Januari 2016, Marcos mulai ditahan. Lalu, sidang perdana digelar pada 25 Januari lalu.
Pengacara Marcos, Rio Denamore Dau, sempat meminta mantan Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) itu mau mengedepankan penyelesaian secara adat. “Bukan menghukum, tetapi mencari solusi yang baik secara adat. Kalau ada kesalahan, dikenakan jipen (denda adat Dayak, Red.),” katanya. (B-1)






