BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng selama November 2022 mengalami kenaikan sebesar 1,14 persen dibanding dengan Oktober 2022 yakni dari 115,56 menjadi 116,88.
Diungkapkan, kenaikan NTP Gabungan itu karena disebabkan naiknya nilai tukar pada beberapa subsektor seperti tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,17 persen, tanaman pangan 0,22 persen dan perikanan 0,07 persen.
"Sedangkan untuk subsektor hortikultura dan peternakan mengalami penurunan nilai tukar, masing-masing sebesar 2,65 persen dan 0,39 persen," ujar Eko, Jumat, 2 Desember 2022.
Selain itu, pada November 2022 juga terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalteng yaitu sebesar 0,52 persen yang utamanya disebabkan naiknya indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,73 persen.
Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,39 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,35 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,29 persen.
--page
Di sisi lain, sama halnya dengan NTP Gabungan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng selama November 2022 juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,51 persen, dari 114,61 pada Oktober 2022 menjadi 116,34 di November 2022. (DONNY D/B-7)









