BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau komitmen menekan laju inflasi dan terus berupaya meningkatkan daya beli masyarakat setempat. Salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan bazar pangan murah.
Bupati Lamandau Hendra Lesmana mengungkapkan, bazar pangan murah itu digelar pihaknya untuk menjaga keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan kestabilan harga pangan.
“Kami memberikan subsidi sebesar 35 persen untuk bahan pangan yang dijual di kegiatan tersebut,” ungkap Hendra di Nanga Bulik, Kamis, 8 Desember 2022.
Komoditas pangan tersebut terdiri dari Beras Premium dengan harga bazar Rp 45 ribu, telur ayam ras per piring senilai Rp 44 ribu, gula pasir lokal Rp 10 ribu per kilogram, minyak goreng premium Rp 14 ribu per liter, cabai rawit Rp 40 ribu, bawang putih Rp 21 ribu per kilogram dan bawang merah Rp 35 ribu per kilogram.
Bupati juga berpesan kepada masyarakat Kabupaten Lamandau untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan pekarangan rumah dan lingkungan secara mandiri agar lebih produktif dan menghasilkan.
--page
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kabupaten Lamandau, Penyang Penyang mengungkapkan, bazar pangan murah kali ini digelar di Kecamatan Bulik.
“Kami aktif melakukan pengendalian inflasi termasuk melalui bazar pangan murah yang kita lakukan secara berkelanjutan hingga akhir tahun. Ini merupakan upaya menekan dampak laju inflasi bagi masyarakat,” terang Penyang.
Ia menjelaskan, rencananya kegiatan Operasi Pasar Murah tersebut akan dilaksanakan di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Lamandau. Pasar murah yang dilaksanakan tersebut menindaklanjuti arahan Gubernur Kalteng terkait Extra Effort pengendalian inflasi di daerah.
“Pasar murah diharapkan bisa memberikan manfaat besar terhadap masyarakat terlebih menekan inflasi,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-7)









