BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menjadi daerah paling sukses dalam penanganan stunting. Disebut Bupati Hendra Lesmana, hal itu berkat kerjasama dan sinergitas semua pihak.
Angka prevalensi Stunting di Kabupaten berjuluk Bahaum Bakuba itu menjadi 23,2 persen sehingga jadi yang terendah di Kalimantan Tengah dan di bawah rata-rata nasional.
“Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi Stunting Kabupaten Lamandau mencapai 23,2%, angka ini menjadi yang terendah dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalteng,” ungkap Bupati Hendra Lesmana di Nanga Bulik, Senin, 19 Desember 2022.
Bupati mengatakan, capaian tersebut tidak lantas membuat pihaknya berpuas diri, namun akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja Pemkab Lamandau dan stakeholder terkait dalam upaya menurunkan prevelensi Stunting sesuai target yang telah ditentukan.
“Kita ketahui, bahwa standar dari Badan Kesehatan Dunia WHO, batas Prevalensi Stunting di suatu negara yakni 20%, dan target penurunan angka Stunting secara Nasional di tahun 2024 adalah 14%, sementara di Kalteng 15,38%, dan target Kita Kabupaten Lamandau 12,74%,” sebutnya.
--page
Bupati menegaskan, dengan kerja keras bersama semua pihak maka target tersebut bukan menjadi hal yang mustahil. “Hal ini dibuktikan berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per Agustus 2022, bahwa Prevalensi Stunting Kabupaten Lamandau sebesar 13,6%,” ujarnya.
Bupati menambahkan, sebagai terobosan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamandau dibentuk Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) tingkat Kabupaten Lamandau.
“BAAS ini ditujukan untuk membantu anak-anak asuh yang terkena stunting dan berasal dari keluarga yang tidak mampu dengan memberikan dana yang digunakan untuk membuat makanan sehat dengan gizi seimbang dibantu oleh TP PKK kabupaten, kecamatan, dan desa,” ucapnya.
Untuk itu, dirinya mengajak seluruh stakeholder, untuk turut memberikan dukungan melalui aksi program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dalam rangka menekan angka stunting di Kabupaten Lamandau. (HENDI NURFALAH/B-5)









