PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan berdasarkan data yang dihimpun pihaknya Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dengan indek harga konsumen (IHK) sebesar 115,64.

Inflasi itu dihitung berdasarkan dua kota acuan yaitu Palangka Raya dan Sampit. Kota Palangka Raya selama Desember 2022 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dan Sampit mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dan jika digabung menjadi 0,24 persen.

"Inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada bulan Desember 2022 itu terjadi karena disebabkan adanya kenaikan indeks harga berbagai kelompok komoditas kebutuhan masyarakat," kata Eko, Selasa, 3 Januari 2023.

Adapun kelompok komoditas yang mengalami kenaikan itu yakni makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,93 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,43 persen, kesehatan 0,15 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,06 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,01 persen.

Secara lengkap, komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada bulan Desember 2022 yaitu beras, emas perhiasan, rokok kretek filter, telur ayam ras, makanan ringan/snack, tomat, ikan gabus, wortel, ikan asin telang, dan minyak goreng.

--page

Kemudian komoditas yang memberikan sumbangan deflasi diantaranya angkutan udara, kacang panjang, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, daging ayam ras, ikan nila, sabun detergen bubuk/cair, ikan selar/ikan tude, serta kopi bubuk.

Apabila dilihat dari inflasi tahun kalender pada Desember 2022 terhadap Desember 2021 dan inflasi tahun ke tahun yakni Desember 2022 terhadap Desember 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 6,32 persen.

Sedangkan, pantauan dari 90 kota IHK di Indonesia seluruh kota mengalami inflasi, tertinggi terjadi di Bandung yaitu sebesar 2,04 persen dengan IHK 115,43 dan terendah di Sorong sebesar 0,01 persen dengan IHK 110,95. (DONNY D/B-7)