BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyarankan pemerintah serta leading sektor terkait dapat melaksanakan 4 langkah antisipasi inflasi jelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Beberapa hal yang memang biasa harus kita antisipasi yaitu jangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif," kata Kepala BPS Provinsi Kalteng Eko Marsoro saat rapat evaluasi TPID di ruang Bajakah baru baru ini.
Ia menilai pemberitaan di media bisa ikut mempengaruhi terhadap ekspektasi masyarakat dalam membeli kebutuhannya terutama di hari raya.
"Pemerintah sudah menjamin stok ada, distribusi aman, tapi ekspektasi paling sulit ketika menghadapi hari raya," ungkapnya.
Eko menyampaikan data inflasi Kalimantan Tengah menunjukan masih di bawah inflasi nasional apalagi jika dilihat dari besarannya.
--page
"Inflasi tahun kalendernya setengah dari inflasi nasional. Kalau nasional 0,50 persen, kita 0,23, inflasi tahunannya 5,93 karena memang dipengaruhi peristiwa tahun 2022," jelasnya. (HERMAWAN DP/H)









