BORNEONEWS, Tamiang Layang - Petani muda bernama Servinus Januardi atau Vinus (29) warga RT 02 Desa Ampari Kabupaten Barito Timur berhasil panen jagung pakan pipil kering sebanyak 6,7 ton per hektare pada musim tanam Oktober-Maret atau okmar kali ini.
Perhitungan itu didapatkan berdasarkan hasil pengubinan yang dilakukan bersama Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Awang.
"Saat ini harga jual pipil kering antara Rp4.800 sampai Rp5.000 per kilogram, beda-beda sedikit harga dari pembeli (pengepul). Kalau jagung tongkol kering biasanya dihargai Rp3.400 per kilogram," ungkap Vinus saat diwawancarai, Rabu, 29 Maret 2023.
Dengan asumsi hasil panen jagung pipil keringnya dijual Rp5.000 per kilogram, maka dalam satu hektare lahan jagung, Ketua Kelompok Tani Milenial Ampari Jaya ini dapat mengantongi omset penjualan hingga Rp33.500.000.
Hasil yang cukup bagus itu membuat Vinus dan anggota kelompoknya terus bersemangat untuk mengembangkan budidaya jagung. Apalagi selama ini dia tidak mengalami kendala yang berarti dalam budidaya maupun menjual hasil panen.
--page
"Kalau budidaya tidak ada masalah, begitu penjualan karena pembeli langsung datang ke sini. Kami hanya kesulitan saat mengeringkan hasil panen jagung karena masih dilakukan secara tradisional dengan menjemur menggunakan terpal sehingga membutuhkan tenaga ekstra," ujarnya.
Prospek budidaya jagung yang bagus membuat BPP Awang berupaya untuk meningkatkan luas tanam jagung di Kecamatan Awang khususnya di Desa Ampari.
"Peluangnya masih sangat bagus, dan animo masyarakat juga bagus, itu sebabnya pada musim tanam berikut April-September kami akan tingkatkan lagi luas tanam jagung," ucap Kooordinator BPP Awang, Galura. (BOLE MALO/Y)









