BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan lampu lalu lintas di Tjilik Riwut-Wengga Metropolitan diharapkan dapat mengurangi kecelakaan di kawasan itu.
"Diharapkan setelah launching ini bisa membantu lalu lintas kita karena akhir-akhir ini informasinya bahwa sering terjadi kecelakaan di simpang empat ini," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur Suparmadi, Selasa, 16 Mei 2023.
Simpang empat itu menghubungkan Jalan Tjilik Riwut, Jalan Wengga Metropolitan, dan Jalan Hasan Mansur di Kelurahan Baamang Tengah. Kawasan ini cukup padat terutama di jalan poros dari arah Palangka Raya-Sampit maupun sebaliknya.
Kecelakaan ringan sering terjadi akibat pengendara tidak ada yang mau mengalah ketika melintas di kawasan itu.
"Oleh sebab itu dengan adanya lampu lalu lintas ini membantu kenyamanan berkendara. Kenyamanan dan keamanan ini yang kita harapkan," ujar Suparmadi.
--page
Lampu lalu lintas yang menelan anggaran Rp 200 juta ini telah diatur waktunya sesuai kepadatan kendaraan. Untuk Jalan Hasan Mansur 18 detik, Jalan Wengga Metropolitan 16 detik, dan jalan poros Tjilik Riwut 23 detik.
Saat pertama kali dinyalakan, masyarakat belum menyadari lampu lalu lintas itu telah berfungsi. Sehingga Dinas Perhubungan akan terus menyosialisasikan keberadaan lampu lalu lintas ini agar dipatuhi pengendara.
Selanjutnya, akan dipasang imbauan di jalur lambat Jalan Tjilik Riwut guna mengantisipasi pengendara yang melintas di jalur itu agar mematuhi lalu lintas.
Sebelumnya, Senin, 15 Mei 2023, lampu lalu lintas ini secara resmi difungsikan. Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor didampingi Sekretaris Daerah Fajrurrahman menyalakannya untuk pertama kali. (DEWI PATAMALASARI/Y)









