NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Saat ini sejumlah daerah tengah waspada dari wabah rabies. Meski secara umum Kabupaten Lamandau masih relatif aman dari wabah mematikan itu, Pemkab setempat melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distakan) tetap memberikan perhatian serius.

Kepala Distakan Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon mengingatkan masyarakat yang memiliki hewan peliharaan diantaranya anjing dan kucing, agar selalu waspada dan hati-hati. Meskipun kondisi saat ini masih relatif aman.

Sebab, lanjut dia, virus rabies pada hewan, bisa saja tidak ada memiliki ciri-ciri khusus seperti halnya pada hewan terkena rabies pada umumnya. Sehingga tidak diketahui jika hewan peliharaan itu bisa menularkan rabies atau tidak.

“Ini yang berbahaya. Sedangkan ciri-ciri hewan yang terkena rabies. Biasanya memiliki karakter ganas, tidak menurut dengan pemiliknya. Ciri-ciri lain, tidak mampu menelan, lumpuh, mulut terbuka, dan air liur keluar secara berlebihan,” jelas Tiryan di Nanga Bulik, Jumat, 7 Juli 2023.

Sebagai langkah antisipasi, beber dia, pihaknya terus mengingkatkan pemilik hewan untuk memberikan vaksin terhadap hewan peliharaan milik masyarakat. Vaksin tersebut bisa diperoleh secara gratis.

--page

Dia juga mengatakan, sejak mewabahnya penularan rabies di sejumlah daerah. Saat ini tak sedikit masyarakat yang datang dengan kesadaran sendiri, untuk memvaksin anjing dan kucing miliknya.

“Ini sangat kita apresiasi. Artinya ada kesadaran dari masyarakat kita akan pentingnya vaksin rabies ini terhadap hewan peliharaan. Jika dulu, ketika kita datang dengan sistim jemput bola. Tak sedikit warga yang menolak untuk diberikan vaksin terhadap hewan peliharaan mereka,” tuturnya.

Ia berharap, bagi masyarakat yang mengetahui atau ada kecurigaan dengan ciri-ciri hewan yang yang terkena rabies untuk secepatnya dilaporkan kepada pihaknya, sehingga bisa dilakukan penanganan secara khusus agar tidak menular ke manusia.

“Ini harus cepat diantisipasi. Karena sangat membahayakan bagi masyarakat,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/J)