KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama Legislator DPR RI Dapil Kalimantan Tengah Willy M Yoseph berkolaborai majukan industri batik cap, termasuk batik khas Kalteng melalui pelatihan sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

"Kolaborasi pengembangan industri batik ini, kami mulai melalui diklat 3 in 1 dengan jumlah peserta 100 orang. Dilaksanakan mulai 7 hingga 15 Juli 2023, " kata Staf Ahli Bupati Gunung Mas, Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Yansiterson, di Kuala Kurun, Selasa.

Pihaknya berharap, setelah menyelesaikan diklat para peserta dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam industri batik daerah.

Dia pun yakin, dengan semangat, komitmen dan dedikasi yang kuat dari para peserta akan semakin mengembangkan dan memajukan industri batik cap di Kabupaten Gunung Mas.

Dia mengatakan, industri "fashion", termasuk  batik, memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional ataupun daerah.

--page

Selain sebagai sumber lapangan kerja bagi masyarakat, industri ini juga menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Berbicara mengenai kondisi perekonomian, kita mengalami perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Perekonomian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor industri fashion, seni dan kerajinan," katanya.

Pertumbuhan ini tidak terlepas dari upaya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku industri serta pihak terkait lain. Pemda juga terus mendorong dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi dan keahlian masyarakat.

"Nantinya, perekonomian Gunung Mas tidak hanya bergantung dari hasil alam, namun juga ditopang kegiatan produksi, yang menghasilkan produk-produk berkualitas yang dapat memenuhi permintaan pasar nasional bahkan internasional," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunung Mas, Supervisi Budi mengatakan, diklat tersebut dipusatkan di Kuala Kurun.

Anggota DPR Willy M Yoseph mengatakan, diklat serupa juga telah dilaksanakan di Kabupaten Murung Raya dan akan berlanjut di kabupaten/kota di provinsi setempat.

--page

"Diklat ini untuk memberi dasar bagi peserta. Semoga dari 100 peserta ini ada yang berpotensi untuk menggeluti industri batik, dan pemerintah daerah melanjutkan lagi supaya mereka semakin berkembang," katanya.

ANTARA