BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau berkomitmen membangun jaringan listrik hingga ke pelosok daerah. Hasilnya, sejak dua tahun terakhir, puluhan desa di daerah setempat mulai terang benderang. Khusus di tahun 2023 saja, sudah 24 desa yang mendapatkan aliran listrik.
“Hal ini merupakan salah satu komitmen kami (Pemkab Lamandau) sebagai upaya pemerataan pembangunan, khsusnya terkait elektrifikasi di daerah pelosok,” ungkap Bupati Lamandau, Hendra Lesamana di Nanga Bulik, Kamis, 21 September 2023.
Dijelaskan Bupati, kondisi geografis dan jangkauan yang begitu luas membuat desa-desa di Kabupaten Lamandau belum teraliri listrik. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membuat masyarakat bisa menikmati listrik, meskipun dengan biaya yang tidak murah.
“Dari total 88 desa di Kabupaten Lamandau, saat ini tersisa 36 desa lagi yang belum teraliri listrik PLN,” bebernya.
Orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba itu menyebut, percepatan pembangunan listrik tidak terlepas dari perjuangan semua pihak. Tanpa komitmen kuat hal tersebut mustahil terwujud.
--page
“Inilah upaya yang sedang kita lakukan, untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh stakeholder di Kabupaten Lamandau untuk bersama-sama membangun daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Bayat menyampaikan terima kasih atas pembangunan jaringan listrik, sehingga sangat berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
“Terimakasih, akhirnya mimpi kami untuk menikmati listrik terwujud,” tandasnya.
(HENDI NURFALAH/Y)









