BORNEONEWS - Kapuas :  Seorang guru bernama Rukmen Sitinjak (49) yang kesehariannya mengajar SD diBataguh dibuat kaget bukan kepalang saat melihat uang yang akan disetorkannyake Bank Mandiri Kuala Kapuas, Kamis (14/4) pagi berubah menjadi potongankertas. Saat itulah dengan perasaan cemas, Rukmen bergegas kembali ke HotelWalet Kapuas untuk menemui Saleh (36) dan ternyata Saleh pun sudah kabur tanpajejak.

Rukmen warga Porwodadi Desa Tamban Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas inihanya bisa tertunduk lesu karena dia baru menyadari bahwa dia sudah tertipu.Rukmen kemudian langsung melaporkan hal itu ke pihak Polres Kapuas.

Dengan bergerak cepat, jajaran Satreskrim Polres Kapuas dibantu Resmob PoldaKalsel dan Polres Hulu Sungai Tengah langsung bergerak mengejar pelaku ke arahBanjarmasin dan Saleh pun akhirnya ditangkap di rumahnya di Desa Banua KepayangBarabai RT 4 RW 2 Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel, Kamis malam.

Kapolres Kapuas AKBP H Hendra Rochmawan SIK MH didampingi Kasat ReskrimnyaAKP Wiwin JS dalam jumpa pers di Mapolres Kapuas, Jumat (15/4) siang memaparkanbahwa kasus ini merupakan aksi penipuan yang cukup besar. Tipu daya Saleh bermulasaat dirinya bertemu dengan Rukmen di Kuala Kapuas beberapa waktu yang lalu danbercerita bahwa dirinya bisa menggandakan uang dengan cara gaib.

Rukmen pun kala itu dipancing dengan uang Rp 1 juta dan dikembalikannyadengan berbungkus kain hitam menjadi Rp 2 juta. Setelah itu Saleh pun pergimeninggalkan Rukmen dan pulang ke Barabai. Beranggapan bahwa Saleh bisamenggandakan uang, Rukmen pun terbuai dan kalap hingga dirinya meminta Salehkembali ke Kapuas untuk menggandakan uang yang lebih banyak lagi.

Saleh pun bersama satu orang temannya kembali ke Kapuas, Rabu (13/4) danbertemu dengan Rukmen di Hotel Walet Kuala Kapuas. Karena terperdaya danterlanjur percaya, Rukmen saat itu menyerahkan uang tunai Rp 161 juta untukdigandakan menjadi 2 kali lipat. Tak ingin menyiakan kesempatan, Saleh punmulai bekerja seolah-olah menjampi-jampi duit dengan peralatan yang dibawanyaseperti dukun.

Kala itu dia mengeluarkan berbagai peralatan seperti kain berwarna hitam,kain putih bertulis ukiran arab, kendi kecil yang berisi minyak, bunga-bungaan,beras kuning dan air putih yang dikatakan diambil dari masjid. Saleh pun didugadibantu temannya melakukan aksi seperti dukun dengan mulut komat kamit layaknyasedang membaca mantra.

Setelah itu Saleh mengambil kendi kecil berisikan minyak dan mengoleskannyake lembaran uang tunai milik Rukmen itu. Semua uang itu kemudian dibungkusmenggunakan kain warna hitam. Saat Rukmen lengah, Saleh pun menukar bungkusankain hitam berisi uang asli itu dengan bungkusan kain hitam berisi potongankertas putih.

"Saat itu Saleh menyerahkan kepada Rukmen bungkusan kain hitam yangdisebutnya berisi uang yang sudah digandakan, yang mana padahal kain itu hanyaberisi potongan kertas putih. Saleh berpesan agar Rukmen tidak membukabungkusan itu dan hanya boleh dibuka saat ingin menyetorkan uangnya di bank besok paginya(Kamis)," ungkap Kapolres.

Dilanjutkan Kapolres, merasa percaya dengan Saleh, Rukmen pun melaksanakanperintah Soleh untuk tidak membuka bungkusan kain hitam itu. Malam itu mereka punmasing-masing tidur dengan nyenyaknya. Paginya (Kamis 14/4), Rukmen bergegasmenuju Bank Mandiri untuk menyetorkan uang yang sudah digandakan menjadi Rp 322juta. Sedangkan Saleh bersama temannya menunggu di kamar Hotel Walet.

Dengan wajah gembira, Rukmen pun masuk ke Bank Mandiri Kapuas untukmenyetorkan duit itu. Saat giliran melakukan penyetoran, betapa kagetnya diasaat membuka bungkusan kain hitam itu ternyata hanya berisi potongan kertasputih. Rukmen pun bergegas kembali ke hotel, namun ternyata Saleh dan temannyasudah kabur menggunakan mobil jenis Avanza yang mereka bawa saat datang keKapuas.

"Mendapat laporan, pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran danmenangkap Saleh di rumahnya. Polisi juga berhasil mengamankan mobil Avanzamilik Saleh yang saat itu mereka gunakan ke Kapuas. Dari tangan Saleh kamiberhasil mengamankan uang hasil tipuan milik Rukmen senilai Rp 131.400.000.Sedangkan sisanya menurut Saleh dibawa temannya yang bersamanya kala itu,"tambah AKBP Hendra.

Saat ini ujar Kapolres, satu pelaku teman Saleh itu yang juga diduga wargaKalsel tersebut masih mereka kejar dalam keadaan buron. Pihaknya jugamengamankan peralatan Saleh saat melakukan aksi penipuan yakni sejumlah barangseperti kain berwarna hitam, kain putih bertulis ukiran arab, kendi kecil yangberisi minyak, bunga-bungaan, beras kuning dan air putih.

"Akibat perbuatannya pelaku akan dijerat Pasal 378 KUHP tentangpenipuan jo Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman di atas 5 tahunpenjara," tukas Kapolres.

Sementara itu, Saleh saat ditanya apakah dirinya memang bisa menggandakanuang, dia menjawab tidak. "Itu hanya permainan saja, termasuk peralatanseperti sesajen itu saya siapkan hanya untuk meyakinkan korban," katanyayang mengaku baru sekali melakukan aksi penipuan.  Kini Saleh meringkukdi dalam sel berjeruji besi. (sri/)