BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul mengatakan bahwa data-data yang didapatkan oleh petugas BPS di lapangan dalam dirilis setiap bulannya adalah dasar bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan.
"Data-data seperti ini digunakan pemerintah untuk mengambil kebijakan," kata Amos dalam keterangan resminya pada Sabtu, 23 Desember 2023.
Amos menceritakan momen terdahulu ketika pemerintah ingin melakukan pembatasan atau melarang instansi untuk menggunakan hotel dalam melakukan kegiatan.
"Kita sampaikan data bahwa hotel menurun pendapatannya saat itu tetapi ternyata efeknya bukan hanya bagi dunia perhotelan tetapi juga berdampak kepada sektor lainnya," kata Amos.
Saat itu, lanjut Amos, pihaknya menemukan kenyataan bahwa pembatasan kegiatan di hotel berdampak bagi pasar karena hotel mengurangi perbelanjaan. Berdampak pula pada supplier berbagai komoditi. Bahkan kepada para petani, dampak tersebut sangat terasa karena kebutuhan hotel tidak lagi tinggi terhadap bahan pangan.
--page
"Akhirnya kebijakan itu direvisi. Maka dari itu kami tegaskan bahwa data yang kita kumpulkan setiap bulan itu bukan sia-sia melainkan sebagai dasar pemerintah membuat kebijakan," tegas Amos lagi.
Dirinya menyikapi sikap beberapa pihak yang berpikir bahwa sektor perhotelan itu memiliki banyak pendapatan.
"Padahal di sana ada jasa pariwisata yang disupport, ada petani yang meraih keuntungan, ada buruh yang mendapat keuntungan, serta ada pedagang yang meraup keuntungan. Jadi jangan hanya melihat dari satu sisi," bebernya lagi.(TESTI PRISCILLA/H)









