PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2023, inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah yang merupakan gabungan dari Kota Palangka Raya dan Sampit ialah sebesar 0,30 persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro saat menggelar Konferensi Pers Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 2 Januari 2024 siang.

"Pada Desember 2023, inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit sebesar 0,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 118,69," kata Eko menyampaikan di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalimantan Tengah Gedung 2 Lt. 2, Jl. Kapt. Piere Tendean No. 6 Palangka Raya.

Inflasi ini, lanjut Eko, terdiri dari Palangka Raya yang mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dan Sampit inflasi sebesar 0,27 persen.

"Dari 90 kota IHK, 85 kota mengalami inflasi, sedangkan 5 kota mengalami deflasi. Untuk Kalimantan secara keseluruhan itu Inflasi semua, tidak ada yang deflasi," bebernya.

--page

Hal ini menurut Eko memang sudah dapat diprediksi lantaran di Desember ada hari besar keagamaan dan akhir tahun sehingg hampir semua daerah mengalami inflasi, termasuk Kalteng.

"Inflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 1,64 persen dengan IHK sebesar 117,18 dan deflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,67 persen dengan IHK sebesar 120,38," terangnya.

Dalam Konferensi Pers Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kalimantan Tengah ini tidak hanya disampaikan terkait Perkembangan Indeks Harga Konsumen Bulan Desember 2023, tetapi juga disampaikan Perkembangan Nilai Tukar Petani Bulan Desember 2023, kemudian Perkembangan Jasa Akomodasi bulan November 2023, Perkembangan Jasa Transportasi Bulan November 2023, serta Perkembangan Perdagangan Luar Negeri Bulan November 2023.(TESTI PRISCILLA/H)