BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan atau NTPP mengalami kenaikan pada Desember 2023.
"Pada Desember 2023, terjadi kenaikan NTPP sebesar 0,13 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro pada Kamis, 18 Januari 2024.
Kenaikan ini menurut Eko terjadi karena persentase kenaikan indeks harga yang diterima petani atau yang disingkat It mencapai 0,71 persen lebih besar dibanding kenaikan indeks harga yang diterima petani yang disingkat Ib yang sebesar 0,57 persen.
"Kenaikan It pada Desember 2023 disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pada kelompok padi sebesar 0,75 persen," jelas Eko.
Kenaikan indeks harga padi, lanjutnya, disebabkan oleh menurunnya stok gabah di petani karena belum dimulainya masa panen.
--page
"Kenaikan Ib pada Desember 2023 sebesar 0,57 persen disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau KRT sebesar 0,74 persen," tururnya.
Sedangkan indeks kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM justru mengalami penurunan sebesar 0,05 persen.(TESTI PRISCILLA/j)









