BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan Kalimantan Tengah pada Desember 2023 naik dibanding November 2023 disebabkan oleh naiknya nilai tukar pada beberapa subsektor.
"NTP Gabungan Kalteng pada Desember 2023 naik sebesar 1,40 persen dibanding November 2023, yaitu dari 119,99 menjadi 121,67," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Kamis, 18 Januari 2024.
Kenaikan ini menurut Eko disebabkan oleh naiknya nilai tukar pada beberapa subsektor, yakni tanaman pangan naik sebesar 0,13 persen, tanaman perkebunan rakyat 2,24 persen, dan peternakan 1,36 persen.
"Berdasarkan pemantauan harga-harga di daerah perdesaan, pada Desember 2023, NTP gabungan di Kalimantan Tengah mencapai 121,67 atau naik sebesar 1,40 persen dibanding November 2023 yang 119,99," terangnya.
Peningkatan ini, lanjut Eko, disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih besar dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani.
--page
"Sementara itu, peningkatan indeks harga yang dibayar petani didominasi oleh meningkatnya indeks konsumsi rumah tangga petani atau IKRT," tuturnya.
Nilai Tukar Petani, jelasnya, adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani yang disingkat It terhadap indeks harga yang dibayar petani yang disingkat Ib.
NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.
"NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









