PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP Tanaman Perkebunan Rakyat yang disingkat NTPR di Provinsi Kalimantan Tengah disebut meningkat pada Desember 2023.

"Tanaman perkebunan rakyat merupakan subsektor andalan di Kalimantan Tengah," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Jumat, 19 Januari 2024.

NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat pada Desember 2023, lanjut Eko, mengalami kenaikan sebesar 2,24 persen dibanding November 2023, dari 134,86 menjadi 137,88.

"Kenaikan ini disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani atau yang disingkat It sebesar 2,82 persen yang lebih besar daripada kenaikan indeks harga yang diterima petani yang disingkat Ib sebesar 0,57 persen," jelas Eko.

Peningkatan It pada Desember 2023, lanjutnya, disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pada kelompok tanaman perkebunan rakyat yakni karet dan kelapa sawit.

--page

"Komoditas karet dan kelapa sawit yang merupakan komoditas utama pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, tercatat mengalami kenaikan indeks harga sebesar 3,66 persen dan 2,24 persen," jelas Eko lagi.

Kenaikan harga karet dan kelapa sawit ini, kata Eko, disebabkan oleh meningkatnya harga karet alam dan CPO dunia pada minggu pertama dan kedua Desember 2023.

"Adapun Ib subsektor tanaman perkebunan rakyat meningkat dari 122,66 pada November 2023 menjadi 123,36 pada Desember 2023. Kenaikan yang terjadi pada Ib sebesar 0,57 persen didominasi oleh meningkatnya indeks kelompok KRT sebesar 0,67 persen," jelasnya.(TESTI PRISCILLA/H)