BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP Peternakan yang disingkat NTPT mengalami peningkatan sebesar 1,36 persen di bulan Desember 2023 yang lalu.
"Subsektor peternakan mengalami peningkatan nilai tukar atau NTPT pada Desember 2023 sebesar 1,36 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Sabtu, 20 Januari 2024.
Hal ini terjadi menurut Eko karena indeks harga yang diterima petani atau yang disingkat It mengalami kenaikan sebesar 1,68 persen, lebih besar dari kenaikan indeks harga yang diterima petani yang disingkat Ib sebesar 0,31 persen pada tingkat peternak.
"Peningkatan It pada Desember 2023 disebabkan oleh naiknya seluruh indeks harga kelompok penyusun NTPT," katanya lagi.
Eko merinci kenaikan yang terjadi yakni kelompok ternak besar sebesar 0,32 persen, kelompok ternak kecil sebesar 1,17 persen, kelompok unggas sebesar 2,34 persen, dan kelompok hasil ternak sebesar 0,57 persen.
--page
"Ib pada NTPT mengalami peningkatan sebesar 0,31 persen yang disebabkan oleh peningkatan indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau KRT dan kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM masing-masing sebesar 0,58 persen dan 0,06 persen," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/j)









