BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Nelayan atau NTN menurut pantauan Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah pada Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 0,73 persen.
"Penurunan ini disebabkan karena penurunan indeks harga yang diterima petani atau yang disingkat It sebesar 0,82 persen yang jauh lebih tinggi dibanding penurunan indeks harga yang diterima petani yang disingkat Ib yang sebesar 0,08 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Sabtu, 20 Januari 2024.
Penurunan It disebabkan oleh turunnya indeks harga produksi pada kelompok penangkapan laut yakni udang laut dan rajungan sebesar 2,74 persen.
"Sementara, kelompok penangkapan perairan umum yakni gabus dan toman mengalami kenaikan sebesar 1,08 persen," jelasnya.
Adapun penurunan Ib sebesar 0,08 persen, bebernya lagi, disebabkan oleh turunnya indeks kelompok BPPBM sebesar 1,29 persen.
"Kalau Ib itu turun karena kelompok kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM itu indeksnya turun sebesar 1,29 persen," katanya lagi.
--page
Sementara Lina, salah seorang pedagang di Pasar Besar, Palangka Raya mengatakan beberapa komoditi dari laut mengalami penurunan harga.
"Udang galah Rp80.000 per Kg. Nah kalau ikan tongkol dan ikan lajang malah lagi murah sekarang ini. Ikan tongkol dan ikan lajang Rp30.000 per Kg padahal biasanya Rp35.000-Rp40.000 per Kg," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









