PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Pembudidaya Ikan atau NTPi di Kalteng pada pada Desember 2023 mengalami kenaikan nilai tukar sebesar 0,19 persen.

"Hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima pembudidaya ikan atau It sebesar 0,62 persen lebih besar dari kenaikan indeks harga yang dibayar pembudidaya ikan atau Ib 0,43 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro pada Sabtu, 20 Januari 2024.

Peningkatan It, kata Eko, didominasi dari kenaikan indeks harga hasil produksi pada kelompok budidaya air tawar yakni nila, patin, dan mas/karper sebesar 1,05 persen.

"Sementara itu, kelompok budidaya air payau tercatat stabil," bebernya.

Sementara itu, lanjutnya, meningkatnya Ib sebesar 0,43 persen disebabkan oleh naiknya dua indeks penyusunnya.

--page

"Yaitu indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau KRT yang naik sebesar 0,56 persen dan indeks kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM sebesar 0,14 persen," jelasnya.

Pantauan Borneonews harga ikan-ikan keramba juga mengalami kenaikan, sementara ikan laut turun harga.

"Kalau untuk ikan nila harganya masih tinggi, di angka Rp48.000 per Kg karena memang peminatnya banyak ya," kata Lina, salah seorang pedagang ikan di Pasar Besar Palangka Raya.

Kemudian untuk ikan mas, katanya, dihargai Rp45.000, udang galah Rp80.000 per Kg. (TESTI PRISCILLA/Y)