BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro menyampaikan perkembangannya Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP. NTUP kata Eko merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani yang disingkat It dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM.
"Secara umum, NTUP dapat mencerminkan tingkat reduksi terhadap nilai tukar sebagai dampak perubahan tingkat harga kebutuhan konsumsi rumah tangga petani produsen, termasuk peternak dan nelayan," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro pada Senin, 22 Januari 2024.
Pada Desember 2023, lanjut Eko, NTUP mengalami peningkatan sebesar 2,00 persen dibanding November 2023, yaitu dari 121,30 menjadi 123,72.
"Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan indeks yang diterima It sebesar 1,91 persen," jelasnya.
Sementara indeks BPPBM, lanjutnya,mengalami penurunan sebesar 0,07 persen.
--page
"Jika dilihat per subsektor, Tanaman Perkebunan Rakyat merupakan subsektor yang memiliki NTUP terbesar pada Desember 2023 yakni 138,69, diikuti Hortikultura sebesar 115,77, Peternakan 105,40, Tanaman Pangan 105,04, dan Perikanan 94,54," katanya.(TESTI PRISCILLA/H)









