PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro saat membuka Sosialisasi Hasil Survei Biaya Hidup atau SBH 2022 pada Selasa, 30 Januari 2024 di aula pertemuan kantor BPS Kalteng.

"Perekonomian tumbuh namun tetap mempertimbangkan peningkatan kesejahteraan sosial dan pemerataan, atau yang lebih popular dengan sebutan pertumbuhan ekonomi inklusif," kata Eko Marsoro.

Di Indonesia, katanya, pada tahun 2023, inflasi berhasil di jaga pada kisaran sasaran inflasi 3±1 persen, yaitu sebesar 2,86 persen pada tahun 2023.

"Data inflasi secara rutin telah dirilis oleh BPS setiap awal bulan dan Indonesia merupakan salah satu negara tercepat yang merilis angka inflasinya," bebernya.

Angka inflasi yang dirilis setiap awal bulan, kata Eko, dihitung berdasarkan Perubahan Indeks Harga Konsumen atau IHK.

--page

"Indeks Harga Konsumen atau IHK ini merupakan salah satu indikator ekonomi yang memberikan informasi mengenai perkembangan harga barang/jasa yang dibayarkan oleh konsumen," jelasnya.

Perubahan dari IHK dari waktu ke waktu, lanjutnya, digunakan untuk menggambarkan tingkat inflasi/deflasi dari barang/jasa. (TESTI PRISCILLA/j)