PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan bahwa meskipun inflasi selama ini selalu berkesan menyeramkan, sebenarnya ada sisi gelap dan terang dari terjadinya inflasi.

"Meskipun inflasi berkesan menyeramkan, kondisi harga-harga yang terus mengalami deflasi juga tidak baik bagi perekonomian," kata Eko Marsoro pada Selasa, 30 Januari 2024.

Hal ini disampaikan Eko saat membuka Sosialisasi Hasil Survei Biaya Hidup atau SBH 2022 pada Selasa, 30 Januari 2024 di aula pertemuan kantor BPS Kalteng.

"Sebagai contoh negara Afghanistan yang mengalami deflasi sebesar -8,00 persen. Kita ketahui bersama, bahwa Afghanistan merupakan negara yang sedang mengalami konflik peperangan Taliban," tuturnya.

Kondisi perekonomian mengalami kemunduran, lanjutnya, daya beli masyarakat menurun sehingga sebagian besar penduduk tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

--page

"Inflasi merupakan stimulus bagi produsen untuk terus berproduksi, tetapi tingkat inflasi juga tidak boleh terlalu tinggi agar masyarakat tetap memiliki daya beli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," tuturnya lagi.

Oleh karena itu, kata Eko, Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. (TESTI PRISCILLA/j)