SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Universitas Muhammadiyah Sampit (Umsa) jalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi.

"Ini lanjutan dari MoU Umsa dengan Bupati Kotim Halikinnor. Kami tindak lanjuti sebelumnya MoU dengan RSUD dr Murjani Sampit kemudian Dinkes Kotim dan 5 Puskesmas," kata Rektor UMSA Ramadansyah, Kamis, 15 Februari 2024.

Adapun 5 Puskesmas yang turut menjalin kerja sama dengan Umsa ialah Puskesmas Pasir Putih, Puskesmas Ketapang I, Puskesmas Ketapang II, Puskesmas Baamang I, dan Puskesmas Baamang II.

Tri dharma perguruan tinggi memuat 3 poin penting diantaranya pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat.

Sehingga perjanjian kerja sama tersebut agar mahasiswa dapat melakukan pengabdian masyarakat dan penelitian melalui fasilitas kesehatan Dinkes Kotim. Khususnya bagi mahasiswa fakultas kesehatan D3 Kebidanan dan ahli gizi.

--page

"Mahasiswa bisa melaksanakan praktek di Puskesmas maupun tempat layanan kesehatan lainnya," ujarnya.

Universitas yang merupakan marger STKIP Muhammadiyah Sampit dan AKBID Muhammadiyah Sampit ini baru membuka program studi gizi. Sehingga kerja sama dengan Puskesmas tersebut untuk memfasilitasi mahasiswa praktek kerja lapangan (PKL) di Puskesmas.

PKL sangat penting agar mahasiswa fakultas kesehatan mampu menangani berbagi permasalahan kesehatan pada kondisi nyata di lingkungan fasilitas kesehatan masyarakat.

"Misalnya permasalahan stunting yang penanganannya perlu waktu lama. Kita punya Prodi gizi yang akan kami turunkan di daerah lokus stunting untuk melaksanakan praktek maupun penelitian tentang gizi di wilayah Kotim," jelasnya.

Lanjutnya, mahasiswa fakultas kesehatan Umsa akan dibekali dibekali teori sebelum melakukan PKL di penghujung semester mulai dari semester 2 hingga 6. 

--page

Selama ini fakultas kesehatan Umsa  melakukan praktek kerja lapangan khususnya D3 Kebidanan di RSUD dr Murjani, RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin dan RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh. Bahkan saat ini 60 mahasiswa Umsa sedang PKL di 2 rumah sakit di Banjarmasin.

Sehingga ke depan, PKL akan tetap dilaksanakan di dalam dan luar daerah serta menjangkau daerah yang layanannya tinggi agar mahasiswa berpengalaman tentang layanan yang mereka tangani.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi apresiasi perjanjian kerja sama tersebut. Ia berharap mahasiswa membantu mengedukakasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan penelitian dan pengabdian.

"Yang ujungnya nanti meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)