BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi sebut petugas kesehatan di daerah ini sudah terbiasa menghadapi kondisi bencana termasuk banjir yang akhir-akhir ini menimpa wilayah utara.
"Biasanya dampak kesehatan baru terlihat 1-2 minggu ke depan penyakit yang dominan," kata Umar, Selasa, 20 Februari 2024.
Petugas kesehatan dari Puskesmas sudah standby dan terbiasa menghadapi kondisi bencana baik banjir, kebakaran dan lainnya. Dirinya tinggal menggerakkan, begitu terjadi banjir petugas langsung siaga di lapangan.
"Karena itu sudah menjadi SOP Puskesmas untuk menjalankan tugas," ujarnya.
Lanjutnya, tidak ada persiapan khusus untuk obat-obatan menghadapi bencana. Puskesmas dan Dinkes Kotim telah menyiapkan obat dalam 1 tahun dan berapa persen obat tambahan.
--page
"Misalnya kita kekurangan obat di awal tahun, kita akan kembali pengadaan pertengahan tahun atau pada anggaran perubahan juga bisa," imbuhnya.
Saat kondisi banjir, ia mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit yang rentan seperti penyakit kulit dan diare.
"Sejauh ini, 2 penyakit tersebut di Kotim tidak signifikan. Karena banjir sudah hal biasa bagi masyarakat. Beberapa hari saja muka air sudah turun. Yang paling terasa dampaknya pada pekerjaan membuat penghasilan mereka berkurang," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









