BORNEONEWS - Sampit: Cukup tingginya aktivitas perekonomian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini, membuat sejumlah bandar besar narkoba seperti sabu banyak mengedarkan barang haram di daerah ini.

Hal tersbeut disampaikan Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Wahyu Edi Prianto. Dirinya melihat  di daerah ini sangatlah menjamur para pengedara atau penjual barang haram tersebut. Hal itu terjadi karena perekonomian di daerah ini cukup baik. Atau bahkan bisa dikatakan daerah yang memiliki sejumlah lapangan pekerjaan yang cukup menjanjikan. Sehingga hal itulah yang membuat para bandar narkoba datang ke tempat ini.

“Memang Kotim memiliki pangsa pasar yang tinggi, dan penggunanya juga dari berbagai macam kalangan,” ujar Wahyu, Rabu (18/5/2016).

Hal itu dilihat dari hasil pengungkapan kasus narkoba yang ditangi oleh pihaknya, dimana dalam sebulan saja mereka berhasil mengungkap 22 kasus narkoba. Para pelaku yang ditangkappun juga dari berbagai macam kalangan, mulai dari anak dibawah umur, hingga orang berusia lanjut.

Bahkan saat ini tidak hanya pemain lama yang menjalankan bisnis haram itu, namun juga banyak oenjual yang baru. Hal inilah yang menjadikan daerah ini susah terlepas dari para pengedar butiran Kristal memabukkan, dan merusak kesehatan tersebut.

“Selagi masih ada yang beli, pasti ada yang jual. Namun kami tidak akan berhenti untuk mengungkap kasus tersebut,” ucap Wahyu.

Selain perekonomian tinggi, banyaknya tempat hiburan seperti diskotik, dan karaoke, juga menjadi singkronisasi banyaknya peredaran sabu tersebut di Kotim ini.

Dengan adanya hal itu, Polisipun tidak tinggal diam. Mulai dari bersosialisasi di sekolah-sekolah, desa, dan sejumlah perusahaan yang ada di daerah ini sudah dilakukan. Bahkan tindakan hukum berupa melakukan penangkapan pada para pengedar juga dilaksanakan.

Namun hal itu nampaknya seperti angin lalu saja. Karena hingga saat ini masih banyak pengedar yang menjalankan bisnis tersebut. (MH/*)