BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa karakteristik peer-to-peer lending atau P2P Lending atau yang dikenal masyarakat luas sebagai pinjaman online atau pinjol ialah mudah dan cepat.
"Karakteristik P2P Lending pertama ialah proses pendanaan yang cepat, persyaratan yang mudah, dapat memilih pihak yang didanai, serta tanpa batasan waktu dan tempat," kata Otto pada Senin, 11 Maret 2024.
Meski demikian, menurut Otto, karakteristik P2P Lending yang mudah ini bukan satu-satunya yang harus diperhatikan.
"Selain itu, karakteristik lain dari P2P Lending yang harus diperhatikan ialah dana tidak dijamin LPS, risiko kredit pada pemberi dana, risiko pendanaan relatif tinggi, dan bunga lebih tinggi," tuturnya lagi.
Akumulasi penyaluran pendanaan menurut Otto telah mencapai Rp763,14 T atau meningkat 3,03 persen mtm atau meningkat 22,47 Triliun dalam Desember 2023 dengan nilai outstanding sebesar Rp59,64 Triliun atau meningkat 0,44 persen mtm dan TKB90 97,07 persen atau menurun -0,13 persen mtm.
--page
"Akumulasi rekening borrower mencapai 120,26 juta atau meningkat sebesar 1,02 persen mtm atau meningkat 1,21 juta dalam bulan Desember 2023 dengan rekening aktif sebesar 18,09 juta atau menurun -1,24 persen mtm," katanya.
Sementara itu, lanjutnya, akumulasi rekening lender mencapai 1,21 juta atau naik 3,37 persen mtm atau naik 39,41 ribu dalam bulan Desember 2023 dengan rekening aktif sebesar 141.826 atau turun - 26,92 persen mtm," bebernya. (TESTI PRISCILLA/j)









