PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyampaikan bahwa terdapat 5 sektor ekonomi tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Lima sektor tersebut antara lain yakni sektor Pertanian, Pertambangan, Industri Pengolahan, Perdagangan dan Konstruksi," kata Otto Fitriandy dalam keterangan resminya pada Kamis, 28 Maret 2024.

Hal ini juga telah disampaikan Otto dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Semester II Tahun 2023 dengan mengundang Gubernur Kalimantan Tengah, seluruh Bupati dan Walikota, dan lembaga jasa keuangan, serta Pengurus dan Anggota Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah se-Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam laporannya, Otto menyampaikan bahwa terdapat gap antara indeks literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Kalteng tahun 2022 sebesar 48,57 persen.

"Melalui rapat koordinasi ini diharapkan selain dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat di seluruh pelosok namun juga dapat meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan," bebernya.

--page

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sri Widarnani dalam sambutannya mewakili Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kabupaten/Kota yang telah menyampaikan laporan baik laporan secara tepat waktu.

"Sebagai bahan evaluasi bersama saya berharap masing-masing TPAKD dapat berkolaborasi dan bekerjasama dalam rangka mewujudkan tujuan pembentukan TPAKD yakni memperluas akses keuangan di Daerah," tuturnya .(TESTI PRISCILLA/H)