PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah memanfaatkan gelaran Kalteng Expo 2024, sebagai sarana mengedukasi masyarakat terkait digitalisasi pembayaran seperti QRIS.

"Sebagai upaya meningkatkan penggunaan QRIS baru serta kesadaran akan perilaku menggunakan uang rupiah yang baik," kata Kepala BI Perwakilan Kalteng Taufik Saleh di Palangka Raya, Rabu, 15 Mei 2024.

Selain itu dengan mendirikan stan di Kalteng Expo, BI sekaligus berupaya membantu dan memfasilitasi sejumlah pelaku UMKM untuk melaksanakan showcasing, maupun sosialiasi serta edukasi cinta rupiah.

"Kehadiran kami di Kalteng Expo 2024 tidak hanya memberikan dampak positif bagi para UMKM binaan, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan," ucapnya.

Dia mengatakan, BI Kalteng menyediakan stan atau booth di Kalteng Expo merupakan upaya showcasing UMKM binaan sekaligus menjadi bukti komitmen pihaknya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi perluasan pasar UMKM.

--page

Booth BI Kalteng itu diisi oleh 12 UMKM terpilih yang menjajakan produk berupa kriya, wastra dan makanan maupun minuman.

Taufik Saleh mengatakan penjualan UMKM di booth BI yang mencapai sekitar Rp51 juta di hari pertama dan sekitar Rp44 juta pada hari kedua.

Sebagian besar pengunjung yang berbelanja di booth BI sangat berminat terhadap produk wastra dari UMKM binaan BI, dengan total penjualan khusus wastra hingga hari kedua mencapai sebesar Rp50 Juta.

"Posisi kedua diraih oleh UMKM kriya dengan total penjualan sebesar Rp 37,37 juta dan dilanjutkan oleh UMKM makanan-minuman olahan," terangnya. 

Selain itu, BI Kalteng  turut juga menghadirkan pojok baca di lokasi Kalteng Expo sejak tanggal 11 hingga 15 Mei 2024. Pojok Baca itu sebagai ajang promosi atas salah satu layanan perpustakaan BI.

--page

Harapannya, Pojok Baca itu membuat masyarakat dapat meningkatkan minat literasi, baik dengan berkunjung secara langsung ke perpustakaan BI ataupun mengakses berbagai koleksi buku digital via iBI Library.

"Edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh BI Kalteng diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat, dan mendorong penggunaan digitalisasi pembayaran di provinsi ini," demikian Taufik Saleh.

ANTARA