SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan hibah tanah untuk pengembangan Bandara H Asan Sampit. 

"Kemarin kita rapat persiapan saja bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan tanahnya kemudian proses sertifikasi," kata Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Rihel, Jumat, 17 Mei 2024.

Lanjutnya, terdapat 8,3 hektare yang dipersiapkan namun pemerintah daerah akan hanya menghibahkan 5 hektare tanah kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pihaknya juga mempersiapkan mengamankan sisa 3,3 hektare lahan yang sudah dibebaskan agar tidak diakuisisi pihak lain.

Hibah tanah seluas 5 hektare tersebut dinilai cukup untuk pengembangan Bandara H Asan Sampit. Adapun pengembangan bandara tersebut akan memperpanjang landasan pacu yang semula 2.060 meter menjadi 2.260 meter dan pelebaran 30 meter menjadi 45 meter.

--page

Pengembangan Bandara H Asan Sampit dinilai sangat penting agar pesawat berbadan besar jenis Airbus bisa mendarat. Karena selama ini, keterbatasan penerbangan di Sampit disebabkan keterbatasan airline jenis Boeing dan ATR-72 dimana 2 jenis pesawat tersebut yang hanya mampu mendarat di Bandara H Asan Sampit.

Rihel berharap, pengembangan Bandara H Asan Sampit segera ditindaklanjuti Kementerian Perhubungan. Karena pendaratan pesawat besar di Sampit dipercaya dapat menekan harga tiket yang melambung tinggi. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke Pangkalan Bun atau Palangka Raya untuk mendapat layanan penerbangan yang terjangkau.

"Kemungkinan Senin nanti kami pasang patok dan gotong royong. Kita serahkan koordinator kebersihannya nanti Camat Baamang," ujarnya.

Penyerahan hibah tanah kepada Kemenhub nantinya akan dilaksanakan oleh Bupati Kotim Halikinnor. Namun Rihel belum dapat memastikan waktu penyerahannya. (DEWI PATMALASARI/j)