BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaku UMKM harus siap menghadapi persaingan yang kian ketat, dengan meningkatkan mutu. Bisnis ritel semakin menjamur di hampir seluruh kota, terutama yang berpenduduk padat. Pengusaha toko modern menolak dianggap menjajah pedagang kecil atau kios tradisional. Mereka menganggap kemajuan zaman berikut tuntutannya, sebuah keniscayaan.

“Pengelolaan bisnis penjualan adalah tuntutan masyarakat. Sebagai pelaku usaha, harus mengikuti gaya hidup modern tersebut. Hadir atau tidaknya toko modern, seperti Alfamart atau jenis mart lainnya, tidak berpengaruh mengubah tuntutan masyarakat itu, sebab tetap saja masyarakat ingin itu karena perkembangan kekinian tadi,” ungkap Budi Santoso, Manajer Komunikasi PT Sumber Alfari Trijaya yang dikenal dengan bisnis ritelnya Alfamart, usai pelatihan manajemen Ritel di aula PK I Balaikota, Palangka Raya, Selasa (31/5/2016).

Menurut Budi, yang harus diubah, cara pengelolaan dalam menjual barang. Kalau tidak, akan tertinggal karena konsumen berhak memilih. "Karena itu, kian banyak bermunculan toko modern, lantas siapa yang salah?. Kita seolah dianggap menggilas toko kecil atau tradisional sekitar, adalah tidak benar. Toko tradisional harus menyesuaikan persaingan, jika tidak akan ditinggal pelanggan sendiri, bukan karena adanya kita.”

Untuk menghadapi kebutuhan pasar yang semakin meningkat kualitasnya itu, lanjut Budi, pedagang atau pengelola toko termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perlu mengimbangi dengan meningkatkan pelayanan. Terpenting, bagaimana menata atau memenej dan mengemasnya.

Dalam pelatihan itu, setidaknya 50 pelaku usaha bidang penjualan dan pelaku UMKM diajari bagaimana mengemas produk, kemudian penataan produk layaknya sebuah toko swalayan sehingga terstandar modern. Sehingga berikutnya, tinggal melakukan perbaikan dalam melayani.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan mengatakan, kegiatan tersebut memang menyasar pedagang kecil agar mendapat pengetahuan memadai bagaimana meningkatkan kualitas kemasan produk dan manajemen pelayanan sehingga kualitas penjualan memenuhi standar yang dicari konsumen. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).